DIKLAT GEOSPASIAL
***************************************************************
DIKLAT PENATAAN BATAS WILAYAH (13 Sd 17 Maret 2017)
DIKLAT ToT PEMBELAJARAN ORANG DEWASA (06 Sd 10 Maret 2017)
DIKLAT JABFUNG SURTA TERAMPIL (06 Sd 17 Maret 2017)
***************************************************************
INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG DIKLAT GEOSPASIAL BIG, SILAHKAN HUBUNGI 021.8754601 & 081219296777 email diklat@big.go.id
***************************************************************

Rabu, 20 Maret 2013

Jokowi Gandeng Badan Informasi Geospasial untuk Pengembangan DKI

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk melakukan pemetaan di wilayah ibukota, sehingga membantu Pemprov dalam menjalankan program-programnya. 

"Kerja sama ini dilakukan supaya Pemprov DKI memperoleh lebih banyak bantuan dalam menjalankan berbagai program pembangunan, terutama dari segi teknologi informasi geospasial," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BIG di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu. 
Menurut Jokowi, dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan, maka pelaksanaan pembangunan di ibukota dapat berjalan secara maksimal dan menyeluruh. 

"Dalam kerja sama ini, kita akan memanfaatkan data-data yang disajikan oleh BIG untuk melihat tata ruang di Jakarta, seperti sistem transportasi, banjir, drainase serta permukiman," ujar Jokowi. 

Data-data dari BIG tersebut, sambung Jokowi, nantinya juga akan dimanfaatkan oleh Dinas Perhubungan DKI, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda. 

"Sebuah rencana pembangunan tanpa didukung desain atau data yang kuat, maka hasilnya nanti tidak akan maksimal. Maka dari itu, kita buat kesepakatan dengan BIG ini," ungkap Jokowi. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala BIG Asep Karsidi menuturkan data-data geospasial dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan, diantaranya pengaturan lalu lintas dan penataan permukiman. 

"Selain itu, data-data BIG juga bisa digunakan untuk melihat adanya penurunan muka tanah di Jakarta, sehingga kita tahu bagaimana kondisi permukaan tanah di berbagai wilayah di ibukota," kata Asep. 

Asep mengungkapkan ada tujuh lapisan (layer) yang ditunjukkan secara rinci dalam pemetaan tersebut, yaitu garis pantai, kontur laut dan kontur darat, jaringan jalan dan fasiltas umum, tubuh air dan jaringan sungai, penamaan objek bumi topomini, batas wilayah administrasi dan tutupan lahan generik. 

"Akan tetapi, seluruh data yang kita sajikan ini bersifat near real time, karena satelitnya tidak terus-terusan melintasi Indonesia setiap hari," ungkap Asep. 

Sebagai informasi, data-data BIG mengenai tata ruang tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara mudah melalui situs tanahair.indonesia.go.id.(tp)

sumber : ANTARA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA | Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA |