DIKLAT GEOSPASIAL
***************************************************************
DIKLAT PENATAAN BATAS WILAYAH (13 Sd 17 Maret 2017)
DIKLAT ToT PEMBELAJARAN ORANG DEWASA (06 Sd 10 Maret 2017)
DIKLAT JABFUNG SURTA TERAMPIL (06 Sd 17 Maret 2017)
***************************************************************
INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG DIKLAT GEOSPASIAL BIG, SILAHKAN HUBUNGI 021.8754601 & 081219296777 email diklat@big.go.id
***************************************************************

Selasa, 07 Januari 2014

RTRW Kota Sebagai Dasar Pembangunan dan Pengembangan Kota

Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan adanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai landasan pembangunan dan pengembangan wilayah. Undang-Undang ini bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Dalam rangka perwujudan ruang wilayah nasional tersebut, penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia meliputi aspek pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Berdasarkan wilayah administratif masing-masing daerah, penataan ruang terdiri atas penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota. Penataan ruang tersebut dilakukan secara berjenjang dan komplementer.
Adapun wewenang penyelenggaraan penataan ruang diberikan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyelenggaraan penataan ruang kota merupakan wewenang pemerintah kota yang meliputi pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang wilayah kota dan kawasan strategis kota; pelaksanaan penataan ruang wilayah kota; pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis kota; dan kerja sama penataan ruang antar kabupaten kota. Data Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 93 Kota yang tersebar dari Sabang dari Merauke. Dari total jumlah kota tersebut, baru sekitar 35,5% kota yang sudah berhasil menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota yang telah sesuai dengan Undang-Undang Penataan Ruang yang terbaru.


Perencanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota

Sebagai peraturan turunan dari Undang-Undang Penataan Ruang dan lebih bersifat teknis, Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 ditetapkan sebagai salah satu pedoman dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia. Berdasarkan peraturan tersebut, penyusunan dan penetapan rencana tata ruang wilayah kota meliputi proses penyusunan rencana tata ruang wilayah kota; pelibatan peran serta masyarakat di tingkat kota dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah kota; dan pembahasan rancangan rencana tata ruang wilayah kota oleh pemangku kepentingan di tingkat kota. Secara spesifik, proses penyusunan RTRW Kota dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan; pengumpulan data; pengolahan dan analisis data; perumusan konsepsi rencana; dan penyusunan rancangan peraturan daerah kota tentang RTRW Kota.

Dalam rangka optimalisasi hasil perencanaan tata ruang di masing-masing kota, ada beberapa data utama yang harus dimiliki oleh Pemerintah Kota dalam proses perencanaan RTRW Kota. Data-data utama tersebut adalah data wilayah administrasi; data fisiografis; data kependudukan; data ekonomi dan keuangan; data ketersediaan prasarana dan sarana dasar; data penggunaan lahan; data peruntukkan ruang; data daerah rawan bencana; dan peta dasar rupa bumi dan peta tematik yang dibutuhkan termasuk peta penggunaan lahan, peta peruntukkan ruang, dan peta daerah rawan bencana pada skala peta minimal 1 : 25.000.

Khusus bagi perencanaan RTRW Kota, Undang-Undang Penataan Ruang Nomor 26 tahun 2007 mengamanatkan adanya penyediaan ruang terbuka hijau dengan proporsi sebanyak 30% dari luas wilayah kota. Ruang terbuka hijau tersebut terdiri atas ruang terbuka hijau publik, dengan proporsi total minimal 20% terhadap luas wilayah kota, serta ruang terbuka hijau privat. Rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau publik dan pendistribusiannya ini perlu dicantumkan di dalam perumusan konsep RTRW Kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA | Design by PT. SCS TRAYA MAHADANA |