Beberapa upaya pencegahan HIV/AIDS untuk remaja. HIV/AIDS adalah penyakit berbahaya yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Meski begitu, resiko penularan nya bisa di minimalisir dengan menerapkan sejumlah cara mencegah HIV/AIDS sedini mungkin. Perlu diketahui , penularan HIV/AIDS paling sering terjadi melalui hubungan seksual.

Beberapa Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Maka dari itu, setiap individu di sarankan untuk melakukan hubungan seksual secara aman, seperti menggunakan kondom sebagai salah satu upaya pencegahan HIV/AIDS. Hal ini bersifat wajib untuk para remaja untuk mencegah penularan. Berikut diantara nya:

1. Melakukan Hubungan Seksual yang Aman

Penting untuk diketahui, cara mencegah HIV/AIDS yang utama adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman. Setiap orang di sarankan untuk melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom sebagai upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. Selain itu, hindari juga melakukan hubungan seksual dengan menggonta-ganti pasangan.

2. Menghindari Penggunaan Alat Pribadi Bersama Orang Lain

Alat pribadi seperti sikat gigi, cukuran jenggot, sebaiknya tidak di gunakan bersama orang lain. Hal ini bertujuan untuk menghindari resiko penularan berbagai penyakit dan infeksi akibat kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain yang tidak di ketahui riwayat penyakitnya.

3. Menghindari Penggunaan Jarum Suntik Bersama

Menurut Diklatgeospasial , Penggunaan jarum suntik bersama dapat menjadi alur penularan HIV/AIDS. Karena, jarum suntik yang sempat di gunakan oleh orang lain akan menyisakan darah. Apabila jarum suntik tersebut telah di gunakan oleh orang dengan HIV/AIDS, tentu resiko penularan HIV/AIDS nya makin tinggi.

4. Beberapa Upaya Pencegahan HIV/AIDS Dengan Melakukan Sunat Untuk Pria

Cara mencegah HIV/AIDS selanjutnya adalah dengan melakukan sunat untuk pria. Sunat sendiri bertujuan untuk menjaga kebersihan alat kelamin pria. Menurut CDC, sunat yang di lakukan oleh pria dapat mengurangi resiko infeksi HIV/AIDS hingga 50-60%.

5. Menghindari Penggunaan Obat Terlarang

Cara mencegah HIV/AIDS selanjutnya adalah dengan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang. Hal ini berkaitan dengan pengaruh obat-obatan terlarang yang dapat memicu seseorang untuk bertindak kompulsif dan sulit mengontrol tindakannya.

6. Rutin melakukan Skrining HIV/AIDS

Rutin melakukan skrining HIV/AIDS adalah cara mencegah yang sangat penting untuk dilakukan. Seseorang yang sudah aktif secara seksual sangat di sarankan untuk skrining HIV/AIDS setidaknya 6 bulan sekali.

Skrining HIV ini juga dapat membantu seseorang untuk mendeteksi infeksi penyakit tersebut sedini mungkin. Pasalnya, Infeksi HIV yang terdeteksi lebih awal dapat mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius lain dan tidak berkembang menjadi AIDS.

7. Penggunaan Antiretroviral (ARV)

Ibu hamil penderita HIV/AIDS yang rutin mengonsumsi antiretroviral atau ARV di ketahui dapat mencegah penularan infeksi tersebut ke bayi nya. Sebabnya, penggunaan obat-obatan tersebut harus di bawah pengawasan dokter.